Warung Sido Semi Mbok Mul
Warung Sido Semi “Mbok Mul” adalah salah satu warung es klasik yang terletak di Jalan Canteng Kotagede, Yogyakarta. Warung ini telah berdiri sejak tahun 1950-an dan masih setia mempertahankan cita rasa klasiknya hingga saat ini. Warung ini memiliki sejarah yang panjang dan menjadi salah satu icon klasik Kota Kotagede.
Ulasan
Warung Sido Semi “Mbok Mul” dikenal dengan berbagai menu minuman dan makanan tradisional yang lezat. Salah satu menu yang menjadi favorit di warung ini adalah Limun Saparilla. Minuman ini diambil dari produsen minuman ringan lokal, Ay-Hwa. Limun Saparilla adalah minuman soda pertama di Indonesia yang populer pada era 1960-an. Uniknya, botol minuman ini masih menggunakan kemasan lama dengan tutup berbahan keramik berlapis karet yang dikunci dengan sistem pengait dari kawat. Ketika pengait dibuka, buih-buih soda langsung tampak. Minuman ini sangat segar dan memiliki rasa asam pahit yang khas. Selain itu, warung ini juga menyajikan Es Kacang Hijau, Es Buah, dan Es Sirup yang tak kalah enaknya.
Menu makanan pendamping yang wajib dicoba di Warung Sido Semi adalah bakso buatan mereka. Kuah bakso yang segar dan baksonya yang lembut, membuat cita rasa bakso ini unik dan mengingatkan akan rasa bakso-bakso bikinan jaman dahulu. Bakso ini tidak terlalu banyak menggunakan penyedap dan hanya mengandalkan rasa dari kaldu yang kaya. Mie kuning yang digunakan juga terasa lebih liat dan ringan. Bakso ini disajikan bersama irisan tomat dan bisa ditambahkan dengan sambal ulekan atau jajanan lain seperti krupuk, kripik belut, dan peyek. Rasanya benar-benar sedap dan menggugah selera.
Banyak Saingan
Warung Sido Semi “Mbok Mul” adalah hasil perintisan dari pasangan suami istri Dalidjan Mulyo Hartono. Mereka adalah salah satu dari beberapa warga Kotagede yang berprofesi sebagai pedagang. Namun, mereka melihat peluang bisnis lain dengan mendirikan warung es. Pada masa itu, tidak banyak warung es yang ada, hanya sekitar 5 warung saja. Hal ini dikarenakan sulitnya mendapatkan es pada waktu itu. Es harus dipesan terlebih dahulu dan letak pabrik es yang jauh membuat sulit bagi orang untuk membuka usaha yang sama. Oleh karena itu, Warung Sido Semi “Mbok Mul” menjadi salah satu warung es yang sangat populer pada masanya.
Namun, seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman, es mulai menjadi lebih mudah didapat dan jumlah warung es pun semakin banyak bermunculan. Meskipun begitu, Warung Sido Semi “Mbok Mul” tetap memiliki pelanggan setia yang tetap datang. Bahkan beberapa di antaranya adalah generasi muda yang rindu dengan suasana jadul yang dimiliki oleh warung ini. Pada hari Minggu, Warung Sido Semi “Mbok Mul” biasanya ramai dikunjungi oleh para pelanggan setianya.
Interior Antik
Salah satu daya tarik Warung Sido Semi “Mbok Mul” adalah interior yang masih terjaga keasliannya. Meskipun cat tembok telah diperbaharui, namun perabot dan peralatan yang digunakan masih merupakan barang-barang tempo dulu. Warung ini menggunakan meja kayu, toples kaca, dan lemari yang masih asli dari jaman dahulu. Bahkan, daftar harga yang terpampang di dinding warung masih menggunakan mata uang sen, gelo, dan ketip yang sekarang sudah tidak digunakan lagi. Semua ini merupakan warisan dari sang nenek yang suka menyimpan barang-barang antik.
Warung Sido Semi “Mbok Mul” memiliki dua bagian rumah yang berfungsi. Bagian pertama digunakan sebagai dapur, sementara bagian kedua adalah tempat yang digunakan oleh pengunjung. Konsep open kitchen sudah diterapkan di warung ini sejak dahulu kala. Pengunjung bisa melihat langsung aktivitas menyiapkan pesanan dan bahkan bisa ngobrol dengan pemilik warung. Warung ini juga memiliki pajangan aksara Jawa di beberapa sudutnya sebagai upaya untuk mengingatkan generasi muda agar mencintai budaya mereka.
Warung Sido Semi “Mbok Mul” juga menyediakan lincak atau kursi dari bambu untuk pengunjung yang ingin makan di tempat. Setelah menikmati makanan atau minuman, pengunjung bisa menaikkan kaki dan bersantai dengan nyaman. Jika udara terasa panas, warung ini juga menyediakan kipas bambu untuk memberikan kesejukan. Jendela-jendela yang berada di sisi bangunan juga turut membuat ruangan terasa adem dan nyaman.
Untuk pembayaran, pengunjung bisa langsung mendatangi dapur dan membayar kepada sang cucu pemilik warung. Di dapur, terdapat kalkulator antik yang digunakan untuk menghitung jumlah biaya makan. Kalkulator ini berupa papan kayu tua yang dilengkapi dengan kapur. Warung Sido Semi “Mbok Mul” buka setiap hari kecuali hari Selasa, karena menurut falsafah Jawa, Selasa adalah hari kosongnya manusia.
Warung Sido Semi “Mbok Mul” adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke Kotagede, Yogyakarta. Warung ini tidak hanya menyajikan makanan dan minuman lezat, tetapi juga memberikan pengalaman yang unik dengan suasana jadul dan keaslian interiornya.